a.
Peraturan Daerah No. 1 tahun 1996 /jo. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 6 Tahun 2000 tentang perubahan Pertama atas Peraturan Daerah No. 1 Tahun 1996 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk dalam Kerangka Sistem Informasi Manajemen Kependudukan (SIMDUK) di dalam wilayah DKI Jakarta
b.
Keputusan Gubernur KDKI Jakarta No. 160 Tahun 1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk dalam Kerangka Sistem Informasi Manajemen Kependudukan (SIMDUK) di dalam wilayah DKI Jakarta
c.
Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 15 Tahun 1999
d.
Pelanggaran Peraturan Daerah di bidang Kependudukan diancam pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda sebesar-besarnya Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah), Perda Propinsi DKI Jakarta No. 1 Tahun 2001
e.
Instansi-instansi terkait, antara lain : tingkat Kelurahan, Kecamatan, Pengadilan atau Departemen Kehakiman, yang tertera di WNI / SKKRI / SBKRI / status kewarganegaraan atas namanya sendiri, atau dari jalur keturunan dengan hubungan garis lurus keatas milik yang bersangkutan itu sendiri, dilihat dari silsilah keluarganya
Contoh OS 19 (d/h. K-1) ... klik disini
OS 19 hanya diperuntukan bagi WNI Keturunan 1917 saja (lihat Penjelasan Tambahan no. 16. di Akte Kelahiran mengenai kode tentang kewarganegaraan), karena di dalam OS 19 ini tertulis status kewarganegaraan dari yang bersangkutan, entah status itu berasal dari miliknya sendiri (yang bersangkutan memiliki WNI / SKKRI / SBKRI atas namanya sendiri), atau berasal dari orangtua kandungnya, ataupun berasal dari kakek / nenek / berdasarkan pada jalur keturunan dengan hubungan garis lurus keatas milik yang bersangkutan itu sendiri bila dilihat dari silsilah keluarganya.
Didalam OS 19 harus ada tertulis status kewarganegaraan (WNI / SKKRI / SBKRI) dari yang bersangkutan dan nomor registrasi pribadi dari Nomor Unik yang berasal dari Akte Kelahiran yang bersangkutan (OS 19 baru bisa dibuatkan, setelah Akte Kelahiran telah diterbitkan, dan biasanya pembuatan OS 19 ini dibarengi dengan pembuatan Akte Kelahiran Jakarta untuk si Kecil sekaligus).
Didalam penulisan K-1 / OS 19 ini, akan terlihat secara jelas dan lengkap nama si yang bersangkutan tersebut. Ini yang kadang-kadang menjadi bahan perdebatan antara pihak Imigrasi dengan si yang bersangkutan, dikarenakan pihak luar negeri selalu menggunakan nama keluarga di passport, sedangkan di Akte Kelahiran terbitan Jakarta ... nama keluarga tidak tertulis (lihat Penjelasan Tambahan di Akte Kelahiran no. 19 dan no. 20).
Sehingga K-1 atau OS 19 ini menjadi PENENGAH antara kebutuhan akan nama keluarga yang harus dicantumkan dalam passport dengan Akte Kelahiran milik yang bersangkutan.
Selama status kewarganegaraan (WNI / SKKRI / SBKRI) masih diminta oleh berbagai macam Instansi / Organisasi baik swasta maupun pemerintah, atau untuk keperluan-keperluan pribadi sehubungan dengan pembuatan dokumen-dokumen penting lainnya, maka OS 19 masih tetap memiliki kekuatan hukum berdasarkan fungsinya sendiri.
•»
Seperti yang kami ketahui untuk saat ini, masih banyak pembuatan dokumen-dokumen negara yang bersumber dari kepemilikan status kewarganegaraan ini membutuhkan WNI / SKKRI / SBKRI, seperti pada pembuatan :
a.
Akte Kelahiran
b.
Akte Pernikahan / Perkawinan / Surat Nikah
c.
Akte Perceraian
d.
Akte Kematian
e.
Kartu Keluarga
f.
Kartu Tanda Penduduk
g.
Surat / Akte Ganti Nama
h.
Passport
i.
dan lain-lain. (termasuk peminjaman uang pada Bank, etc.)
Untuk saat ini, pembuatan OS 19 akan dinilai terlambat (akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 10.000,- s/d Rp. 25.000,- dari harga dasarnya) bila pada saat pemrosesan Kartu Tanda Penduduk yang pertama kali atas nama si yang bersangkutan tersebut (yang akan genap berusia 17 tahun), belum memiliki OS 19 / K-1 atas namanya sendiri.
Sejujurnya, … kami sendiri sampai saat ini tidak pernah diberitahu secara resmi akan adanya deadline atau batas waktu terakhir / maksimal / selambat-lambatnya dari pembuatan OS 19 ini.
Untuk pembuatan OS 19 diperlukan data-data sebagai berikut :
a.
Copy
Akte Pernikahan / Perkawinan / Surat Kawin milik Orang Tua yang bersangkutan ... jika ada
b.
Copy
Akte Kelahiran milik yang bersangkutan
c.
Copy
Akte Kelahiran milik Orang Tua Kandung yang bersangkutan
d.
Copy
Kartu Tanda Penduduk milik Orang Tua Kandung yang bersangkutan
»»
Kartu Tanda Penduduk ini harus beralamatkan di dalam wilayah Jakarta (salah satu atau keduanya)
e.
Copy
Kartu Keluarga milik Orang Tua kandung yang bersangkutan
»»
Kartu Keluarga ini harus beralamatkan di dalam wilayah Jakarta (baik yang sudah menjadi satu Kartu Keluarganya atau yang masih pisah Kartu Keluarganya)
f.
Copy
Surat Keterangan Kewarganegaraan Republik Indonesia (SKKRI) / Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) / WNI / K–1 / OS 19 milik Orang Tua yang bersangkutan
»»
OS 19 ini sebaiknya dibuat hanya untuk digunakan bagi mereka yang tidak memiliki WNI / SKKRI / SBKRI atas namanya sendiri secara pribadi
»»
Bila yang bersangkutan sudah memiliki WNI / SKKRI / SBKRI atas namanya sendiri sebaiknya tidak usah membuat OS 19 lagi, karena WNI / SKKRI / SBKRI memiliki kekuatan hukum yang lebih kuat dan luas dibanding OS 19 (ingat !!!, OS 19 ini hanya alat bantu alternatif tambahan dari kekuatan hukum yang terkandung didalam WNI / SKKRI / SBKRI yang menyatakan status kewarganegaraan yang bersangkutan)
g.
Copy
Dokumen keImigrasian (passport / KITAP / KITAS / etc.) milik dari Orang Tua yang bersangkutan
»»
Syarat ini diminta hanya jika Orang Tua yang bersangkutan (salah satu atau keduanya) memiliki kode WNI 1849 atau WNA / Warga Negara Asing
Selasa, Mei 11, 2010
Peninjauan Setelah Implementasi
Dari kasus sebelumnya, inilah tahapan terakhir dari implementasi sistem.
Tujuan pengembangan sistem baru yang berkualitas adalah untuk menghasilkan sistem yang tidak melampaui anggaran, tepat waktu dan memenuhi keperluan pemakai. Proses untuk menganalisis apa yang berjalan dalam proyek yang berhasil maupun tidak berhasil disebut peninjauan pasca implementasi(post implementasi review).
Peninjauan pasca implementasi adalah pencarian terorganisir untuk menemukan cara meningkatkan efesiensi dan efektivitas sistem baru, dan untuk memberikan informasi yang akan membantu dalam pengembangan sistem mendatang. Peninjauan pasca implementasi dilakukan oleh tim yang terdiri dari wakil pemakai, auditor internal, professional sistem, dan disertakan pula konsultan eksternal atau auditor independen untk meingkatkan obyektifitas dan mengurangi kepentingan politik yang terjadi diantara kelompok-kelompok internal.
Empat cakupan area peninjauan pasca implementasi:
1. Faktor-faktor sistem
2. Komponen rancangan sistem
3. Keakuratan estimasi
4. Tingkat dukungan
E1. Faktor-Faktor Sistem
Mencakup:
a. Faktor kelayakan teknis, ekonomis, legal, operasional, dan jadwal(TELOS).
Dari kasus diatas, sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas A sudah memenuhi kelayakan TELOS suatu sistem. Yaitu sistem tersebut diterapkan dengan teknologi baru( C# dan SQL), biaya murah, legal, kemampuan personel khususnya IT yang memadai dan sistem tersebut berlaku pada waktu yang sudah ditentukan.
b. Faktor strategis, produktivitas, diferensiasi, dan manajemen (PDM).
Dari kasus diatas, sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas A sudah memenuhi faktor strategi PDM suatu sistem. Yaitu sistem tenaga kerja yang diperlukan tidak terlalu banyak karena hamper semua telah dikerjakan sistem, kualitas sistem lebih baik dari sistemm sebelumnya, dan sistem menyediakan informasi yang cepat serta akurat mengenai data pelatihan staff dan dosen.
c. Faktor rancangan kemampuan pemeliharaan, pendayagunaan, pendayagunaan kembali, realibilitas, dan kemampuan perluasan(MURRE).
Dari kasus diatas, sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas A sudah memenuhi faktor MURRE suatu sistem. Yaitu dari pihak universitas telah disiapkan personel untuk memelihara dan mendayagunakan sistem ini sehingga sistem dapat bekerja dengan baik.
E2. Komponen Rancangan Sistem
Mencakup:
a. Output
Berisi data staff dan dosen yang telah mengisi form aplikasi sehingga dapat diketahui siapa saja staff dan dosen yang perlu diberi pelatihan pengembangan SDM.
b. Input
Berisi aplikasi form dari mulai login, cek tipe user, trainer data input, registrasi, absensi dan recommendation.
c. Proses
Berisi pengolahan data dari inputan trainer data input, registrasi, absensi dan recommendation.
d. Database
Berisi data output yang disimpan pada file database SQL.
e. Kendali
Berisi pengendalian sistem agar sistem dapat berjalan dengan baik.
f. Platform teknologi
Berisi teknologi yang digunakan antara lain program C# dan SQL serta spesifikasi komputer yang mumpuni.
E3. Keakuratan Estimasi
a. Waktu
Menggunakan sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas A, waktu yang dibutuhkan lebih cepat tentunya karena user hanya perlu mengisi form aplikasi serta tepat waktu dalam menerima data pengolahannya.
b. Biaya
Biaya yang dikeluarkan cukup murah karena hanya perlu memelihara sistem da personel sehingga sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas dapat bekerja dengan baik.
c. Keuntungan
Menggunakan sistem ini memberikan banyak keuntungan, antara lain:
• Perangkat lunak yang dibuat membantu dalam melakukan pengerjaan pencatatan data pelatihan.
• Penggunaan fitur rekomendasi dapat membantu staff dalam menentukan peserta pelatihan yang akan diregistrasi.
• Report – report yang dihasilkan dapat dengan mudah diprint.
E4. Tingkat Dukungan
Mencakup:
a. Sumber daya yang tersedia
Sumber daya untuk sistem ini tersedia seperti sumber daya manusia.
b. Manajemen puncak
Manajemen puncak dalam hal ini rektorat Universitas A sangat mendukung sistem perangkat lunak pelatihan terhadap staff dan dosen.
c. Pelatihan
Pelatihan untuk sistem ini didukung oleh pihak Universitas A seperti dalam memelihara sistem disediakan dosen tertentu dan mahasiswa yang mempunyai kemampuan IT terbaik.
Tujuan pengembangan sistem baru yang berkualitas adalah untuk menghasilkan sistem yang tidak melampaui anggaran, tepat waktu dan memenuhi keperluan pemakai. Proses untuk menganalisis apa yang berjalan dalam proyek yang berhasil maupun tidak berhasil disebut peninjauan pasca implementasi(post implementasi review).
Peninjauan pasca implementasi adalah pencarian terorganisir untuk menemukan cara meningkatkan efesiensi dan efektivitas sistem baru, dan untuk memberikan informasi yang akan membantu dalam pengembangan sistem mendatang. Peninjauan pasca implementasi dilakukan oleh tim yang terdiri dari wakil pemakai, auditor internal, professional sistem, dan disertakan pula konsultan eksternal atau auditor independen untk meingkatkan obyektifitas dan mengurangi kepentingan politik yang terjadi diantara kelompok-kelompok internal.
Empat cakupan area peninjauan pasca implementasi:
1. Faktor-faktor sistem
2. Komponen rancangan sistem
3. Keakuratan estimasi
4. Tingkat dukungan
E1. Faktor-Faktor Sistem
Mencakup:
a. Faktor kelayakan teknis, ekonomis, legal, operasional, dan jadwal(TELOS).
Dari kasus diatas, sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas A sudah memenuhi kelayakan TELOS suatu sistem. Yaitu sistem tersebut diterapkan dengan teknologi baru( C# dan SQL), biaya murah, legal, kemampuan personel khususnya IT yang memadai dan sistem tersebut berlaku pada waktu yang sudah ditentukan.
b. Faktor strategis, produktivitas, diferensiasi, dan manajemen (PDM).
Dari kasus diatas, sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas A sudah memenuhi faktor strategi PDM suatu sistem. Yaitu sistem tenaga kerja yang diperlukan tidak terlalu banyak karena hamper semua telah dikerjakan sistem, kualitas sistem lebih baik dari sistemm sebelumnya, dan sistem menyediakan informasi yang cepat serta akurat mengenai data pelatihan staff dan dosen.
c. Faktor rancangan kemampuan pemeliharaan, pendayagunaan, pendayagunaan kembali, realibilitas, dan kemampuan perluasan(MURRE).
Dari kasus diatas, sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas A sudah memenuhi faktor MURRE suatu sistem. Yaitu dari pihak universitas telah disiapkan personel untuk memelihara dan mendayagunakan sistem ini sehingga sistem dapat bekerja dengan baik.
E2. Komponen Rancangan Sistem
Mencakup:
a. Output
Berisi data staff dan dosen yang telah mengisi form aplikasi sehingga dapat diketahui siapa saja staff dan dosen yang perlu diberi pelatihan pengembangan SDM.
b. Input
Berisi aplikasi form dari mulai login, cek tipe user, trainer data input, registrasi, absensi dan recommendation.
c. Proses
Berisi pengolahan data dari inputan trainer data input, registrasi, absensi dan recommendation.
d. Database
Berisi data output yang disimpan pada file database SQL.
e. Kendali
Berisi pengendalian sistem agar sistem dapat berjalan dengan baik.
f. Platform teknologi
Berisi teknologi yang digunakan antara lain program C# dan SQL serta spesifikasi komputer yang mumpuni.
E3. Keakuratan Estimasi
a. Waktu
Menggunakan sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas A, waktu yang dibutuhkan lebih cepat tentunya karena user hanya perlu mengisi form aplikasi serta tepat waktu dalam menerima data pengolahannya.
b. Biaya
Biaya yang dikeluarkan cukup murah karena hanya perlu memelihara sistem da personel sehingga sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas dapat bekerja dengan baik.
c. Keuntungan
Menggunakan sistem ini memberikan banyak keuntungan, antara lain:
• Perangkat lunak yang dibuat membantu dalam melakukan pengerjaan pencatatan data pelatihan.
• Penggunaan fitur rekomendasi dapat membantu staff dalam menentukan peserta pelatihan yang akan diregistrasi.
• Report – report yang dihasilkan dapat dengan mudah diprint.
E4. Tingkat Dukungan
Mencakup:
a. Sumber daya yang tersedia
Sumber daya untuk sistem ini tersedia seperti sumber daya manusia.
b. Manajemen puncak
Manajemen puncak dalam hal ini rektorat Universitas A sangat mendukung sistem perangkat lunak pelatihan terhadap staff dan dosen.
c. Pelatihan
Pelatihan untuk sistem ini didukung oleh pihak Universitas A seperti dalam memelihara sistem disediakan dosen tertentu dan mahasiswa yang mempunyai kemampuan IT terbaik.
Siklus Hidup Sistem
1. SIKLUS HIDUP SISTEM
Siklus hidup sistem (system life cycle – SLC) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC sering disebut dengan pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem. Dilakukan dengan strategi Top-Down Design.
Tahapan dari siklus hidup sistem yaitu :
1. Tahap Perencanaan
2. Tahap Analisis
3. Tahap Rancangan
4. Tahap Penerapan
5. Tahap Penggunaan
Siklus hidup sistem yang pertama dikelola oleh manajet unit jasa informasi, dibantu oleh manajer dari analisis sistem, pemrograman dan operasi. Namun kecenderungan saat ini, meletakkan tanggung jawab pada tingkat yang lebih tinggi dan lebih rendah. Ada tiga tingkatan besar (hirarki) dari manajemen siklus hidup sistem, yaitu :
A. Tanggung Jawab Eksekutif
Ketika sistem memiliki nilai strategis atau mempengaruhi seluruh organisasi, direktur utama atau komite eksekutif mungkin memutuskan untuk mengawasi proyek pengembangannya. Ketika lingkup sistem menyempit dan folusnya lebih operasional kemungkinan besar kepemimpinan akan dipegang oleh eksekutif tingkat yang lebih rendah, seperti wakil direktur utama, direktur bagian administrasi, dan CIO.
B. Komite Pengarah SIM (steering committee MIS – SC MIS)
Banyak perusahaan membuat suatu komite khusus, di bawah tingkat komite eksekutif, yang bertanggung jawab atas pengawasan seluruh proyek sistem. Jika tujuan komiter tersebut adalah memberikan petunjuk, pengarahan dan pengendalian yang berkesinambungan, dalam rangka penggunaan sumber daya komputer perusahaan maka komite tersebut dinamakan Komite Pengarah SIM.
Komite Pengarah SIM melaksanakan tiga fungsi utama, yaitu :
a. menetapkan kebijakan
b. menjadi pengendali keuangan
c. menyelasaikan pertentangan
Keuntungan yang dicapai :
• semakin besar kemungkinan komputer akan digunakan untuk mendukung pemakai di seluruh perusahaan.
• Semakin besar kemungkinan proyek-proyek komputer akan mempunyai perencanaan dan pengendalian yang baik.
C. Kepemimpinan Proyek
Komite pengarah SIM yang terlibat langsung dengan rincian pekerjaan, tanggung jawabnya ada pada Tim Proyek. Tim proyek mencakup semua orang yang ikut serta dalam pengembangan sistem berbasis komputer. Kegiatan tim tersebut diarahkan oleh seorang Pemimpin Proyek yang memberikan pengarahan selama proyek berlangsung. Tidak seperti komite pengarah SIM, tim proyek tidak berkelanjutan dan biasanya dibubarkan ketika penerapan sistem telah selesai.
2. TAHAP PERENCANAAN
Keuntungan dari merencanakan proyek CBIS, yaitu :
• Menentukan lingkup dari proyek
Unit organisasi, kegiatan atau sistem manakah yang terlibat dan mana yang tidak ? Hal tersebut akan memberikan perkiraan awal dari skala sumber daya yang diperlukan.
• Mengenali berbagai area permasalahan potensial
Akan menunjukkan hal-hal yang mungkin tidak berjalan dengan semestinya, sehingga hal tersebut dapat dicegah.
• Mengatur urutan tugas
Banyak tugas-tugas terpisah yang diperlukan untuk mencapai sistem. Tugas tersebut diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan agar efisien.
• Memberikan dasar untuk pengendalian
Tingkat kinerja metode pengukuran tertentuharus dispesifikasikan sejak awal.
Langkah-langkahnya
1. Menyadari masalah
Kebutuhan akan proyek CBIS biasanya dirasakan oleh manajer perusahaan, non manajer, dan elemen-elemen dalam lingkungan perusahaan.
2. Mendefinisikan masalah
Setelah manajer menyadari adanya masalah, ia harus memahaminya dengan baik agar dapat mengatasi permasalah tersebut. Ia melakukan identifikasi dimana letak permasalahannya, penyebabnya dan berusahan mengumpulkan semua informasi. Jika perusahaan mempunyai kebijakan untuk mendukung end user computing, dan manajer ingin memakai pendekatan tersebut untuk pengembangan sistem, maka ia bertanggung jawab untuk membuat definisi. Selain itu, manajer memerlukan bantuan analis sistem yang saling bekerja sama dengan manajer.
3. Menentukan tujuan sistem
Manajer dan analis sistem mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang harus dipenuhi oleh sistem untuk memuaskan pemakai. Sehingga tujuan hanya dinyatakan secara umum, yang nantinya akan dibuat lebih spesifik.
4. Mengidentifikasi kendala sistem
Sistem baru dalam pengoperasiannya tidak bebas dari kendala. Beberapa kendala mungkin ditimbulkan oleh lingkungan, seperti laporan pajak yang diminta oleh pemerintah dan informasi pembayaran yang dibutuhkan oleh konsumen. Kendala lainnya, seprti keharusan menggunakan perangkat keras yang telah ada atau menyiapkan dan menjalankan sistem pada tanggal tertentu. Kendala-kendala tersebut penting untuk diidentifikasi sebelum sistem benar-benar mulai dikerjakan. Dengan demikian, baik rancangan sistem maupun kegiatan proyek akan berada di antara kendala-kendala tersebut.
5. Membuat studi kelayakan
Studi kelayakan adalah suatu tinjauan seklias pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ada enam dimensi kelayakan, yaitu :
a. Teknis; tersediakan hardware dan software untuk melaksanakan pemrosesan yang diperlukan ?
b. Pengembalian ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai secara keuangan dengan membandingkan kegunaan dan biayanya ?
c. Pengembalian non ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai berdasarkan keuntungan-keuntungan yang tidak dapat diukur dengan uang?
d. Hukum dan etika; akankah sistem yang diajukan beroperasi dalam batasan hokum dan etika ?
e. Operasional; apakah rancangan sistem akan didukung oleh orang-orang yang akan menggunakannya ?
f. Jadual; mungkinkah penerapan sistem dalam kendala waktu yang ditetapkan ?
Analis sistem mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menyawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mewawancarai beberapa pegawai penting dalam area pemakai.
6. Menyiapkan usulan penelitian sistem
Jika suatu sistem dan proyek tampak layak, diperlukan penelitian sistem secara menyeluruh. Penelitian sistem (sistem study) akan memberikan dasar yang terinci bagi rancangan sistem baru mengenai apa yang harus dilakukan sistem itu dan bagaimana sistem tersebut melakukannya. Analis akan menyiapkan usulan penelitian sistem yang memberi dasar bagi manajer untuk menentukan perlu tidaknya pengeluaran untuk analisi. Hal penting yang harus diingat tentang usulan tersebut adalah bahwa sebagian besar isinya didasarkan pada perkiraan (perkiraan merupakan informasi terbaik yang tersedia) dan perkiraan jauh lebih baik daripada tanpa informasi sama sekali. Selebihnya akan dipelajari ketika siklus hidup mulai berjalan.
7. Menyetujui atau menolak proyek penelitian
Manajer dan komite pengarah menimbang pro dan kontra proyek dan rancangan sistem yang diusulkan, serta menentukan apakah perlu diteruskan keputusan teruskan / hentikan. Pertimbangan penting yang perlu dilakukan yaitu :
a. Akankah sistem yang diusulkan dapat mencapai tujuannya ?
b. Apakah penelitian proyek yang diusulkan merupakan cara terbaik untuk melakukan analisis sistem ?
Jika keputusannya adalah teruskan maka proyek akan berlanjut ke tahap penelitian (analisis). Namun, jika keputusannya hentikan maka semua pihak mengalihkan perhatiannya ke masalah-masalah lain.
8. Menetapkan mekanisme pengendalian
Sebelum penelitian sistem dimulai, SC MIS menetapkan pengendalian proyek dengan menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang melakukannya, dan kapan akan dilaksanakan. Setelah jadual ditetapkan, jadual tersebut harus didokumentasikan dalam bentuk yang memudahkan pengendalian. (misalkan gunakan Microsoft Project).
Siklus hidup sistem (system life cycle – SLC) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC sering disebut dengan pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem. Dilakukan dengan strategi Top-Down Design.
Tahapan dari siklus hidup sistem yaitu :
1. Tahap Perencanaan
2. Tahap Analisis
3. Tahap Rancangan
4. Tahap Penerapan
5. Tahap Penggunaan
Siklus hidup sistem yang pertama dikelola oleh manajet unit jasa informasi, dibantu oleh manajer dari analisis sistem, pemrograman dan operasi. Namun kecenderungan saat ini, meletakkan tanggung jawab pada tingkat yang lebih tinggi dan lebih rendah. Ada tiga tingkatan besar (hirarki) dari manajemen siklus hidup sistem, yaitu :
A. Tanggung Jawab Eksekutif
Ketika sistem memiliki nilai strategis atau mempengaruhi seluruh organisasi, direktur utama atau komite eksekutif mungkin memutuskan untuk mengawasi proyek pengembangannya. Ketika lingkup sistem menyempit dan folusnya lebih operasional kemungkinan besar kepemimpinan akan dipegang oleh eksekutif tingkat yang lebih rendah, seperti wakil direktur utama, direktur bagian administrasi, dan CIO.
B. Komite Pengarah SIM (steering committee MIS – SC MIS)
Banyak perusahaan membuat suatu komite khusus, di bawah tingkat komite eksekutif, yang bertanggung jawab atas pengawasan seluruh proyek sistem. Jika tujuan komiter tersebut adalah memberikan petunjuk, pengarahan dan pengendalian yang berkesinambungan, dalam rangka penggunaan sumber daya komputer perusahaan maka komite tersebut dinamakan Komite Pengarah SIM.
Komite Pengarah SIM melaksanakan tiga fungsi utama, yaitu :
a. menetapkan kebijakan
b. menjadi pengendali keuangan
c. menyelasaikan pertentangan
Keuntungan yang dicapai :
• semakin besar kemungkinan komputer akan digunakan untuk mendukung pemakai di seluruh perusahaan.
• Semakin besar kemungkinan proyek-proyek komputer akan mempunyai perencanaan dan pengendalian yang baik.
C. Kepemimpinan Proyek
Komite pengarah SIM yang terlibat langsung dengan rincian pekerjaan, tanggung jawabnya ada pada Tim Proyek. Tim proyek mencakup semua orang yang ikut serta dalam pengembangan sistem berbasis komputer. Kegiatan tim tersebut diarahkan oleh seorang Pemimpin Proyek yang memberikan pengarahan selama proyek berlangsung. Tidak seperti komite pengarah SIM, tim proyek tidak berkelanjutan dan biasanya dibubarkan ketika penerapan sistem telah selesai.
2. TAHAP PERENCANAAN
Keuntungan dari merencanakan proyek CBIS, yaitu :
• Menentukan lingkup dari proyek
Unit organisasi, kegiatan atau sistem manakah yang terlibat dan mana yang tidak ? Hal tersebut akan memberikan perkiraan awal dari skala sumber daya yang diperlukan.
• Mengenali berbagai area permasalahan potensial
Akan menunjukkan hal-hal yang mungkin tidak berjalan dengan semestinya, sehingga hal tersebut dapat dicegah.
• Mengatur urutan tugas
Banyak tugas-tugas terpisah yang diperlukan untuk mencapai sistem. Tugas tersebut diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan agar efisien.
• Memberikan dasar untuk pengendalian
Tingkat kinerja metode pengukuran tertentuharus dispesifikasikan sejak awal.
Langkah-langkahnya
1. Menyadari masalah
Kebutuhan akan proyek CBIS biasanya dirasakan oleh manajer perusahaan, non manajer, dan elemen-elemen dalam lingkungan perusahaan.
2. Mendefinisikan masalah
Setelah manajer menyadari adanya masalah, ia harus memahaminya dengan baik agar dapat mengatasi permasalah tersebut. Ia melakukan identifikasi dimana letak permasalahannya, penyebabnya dan berusahan mengumpulkan semua informasi. Jika perusahaan mempunyai kebijakan untuk mendukung end user computing, dan manajer ingin memakai pendekatan tersebut untuk pengembangan sistem, maka ia bertanggung jawab untuk membuat definisi. Selain itu, manajer memerlukan bantuan analis sistem yang saling bekerja sama dengan manajer.
3. Menentukan tujuan sistem
Manajer dan analis sistem mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang harus dipenuhi oleh sistem untuk memuaskan pemakai. Sehingga tujuan hanya dinyatakan secara umum, yang nantinya akan dibuat lebih spesifik.
4. Mengidentifikasi kendala sistem
Sistem baru dalam pengoperasiannya tidak bebas dari kendala. Beberapa kendala mungkin ditimbulkan oleh lingkungan, seperti laporan pajak yang diminta oleh pemerintah dan informasi pembayaran yang dibutuhkan oleh konsumen. Kendala lainnya, seprti keharusan menggunakan perangkat keras yang telah ada atau menyiapkan dan menjalankan sistem pada tanggal tertentu. Kendala-kendala tersebut penting untuk diidentifikasi sebelum sistem benar-benar mulai dikerjakan. Dengan demikian, baik rancangan sistem maupun kegiatan proyek akan berada di antara kendala-kendala tersebut.
5. Membuat studi kelayakan
Studi kelayakan adalah suatu tinjauan seklias pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ada enam dimensi kelayakan, yaitu :
a. Teknis; tersediakan hardware dan software untuk melaksanakan pemrosesan yang diperlukan ?
b. Pengembalian ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai secara keuangan dengan membandingkan kegunaan dan biayanya ?
c. Pengembalian non ekonomis; dapatkah sistem yang diajukan dinilai berdasarkan keuntungan-keuntungan yang tidak dapat diukur dengan uang?
d. Hukum dan etika; akankah sistem yang diajukan beroperasi dalam batasan hokum dan etika ?
e. Operasional; apakah rancangan sistem akan didukung oleh orang-orang yang akan menggunakannya ?
f. Jadual; mungkinkah penerapan sistem dalam kendala waktu yang ditetapkan ?
Analis sistem mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menyawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mewawancarai beberapa pegawai penting dalam area pemakai.
6. Menyiapkan usulan penelitian sistem
Jika suatu sistem dan proyek tampak layak, diperlukan penelitian sistem secara menyeluruh. Penelitian sistem (sistem study) akan memberikan dasar yang terinci bagi rancangan sistem baru mengenai apa yang harus dilakukan sistem itu dan bagaimana sistem tersebut melakukannya. Analis akan menyiapkan usulan penelitian sistem yang memberi dasar bagi manajer untuk menentukan perlu tidaknya pengeluaran untuk analisi. Hal penting yang harus diingat tentang usulan tersebut adalah bahwa sebagian besar isinya didasarkan pada perkiraan (perkiraan merupakan informasi terbaik yang tersedia) dan perkiraan jauh lebih baik daripada tanpa informasi sama sekali. Selebihnya akan dipelajari ketika siklus hidup mulai berjalan.
7. Menyetujui atau menolak proyek penelitian
Manajer dan komite pengarah menimbang pro dan kontra proyek dan rancangan sistem yang diusulkan, serta menentukan apakah perlu diteruskan keputusan teruskan / hentikan. Pertimbangan penting yang perlu dilakukan yaitu :
a. Akankah sistem yang diusulkan dapat mencapai tujuannya ?
b. Apakah penelitian proyek yang diusulkan merupakan cara terbaik untuk melakukan analisis sistem ?
Jika keputusannya adalah teruskan maka proyek akan berlanjut ke tahap penelitian (analisis). Namun, jika keputusannya hentikan maka semua pihak mengalihkan perhatiannya ke masalah-masalah lain.
8. Menetapkan mekanisme pengendalian
Sebelum penelitian sistem dimulai, SC MIS menetapkan pengendalian proyek dengan menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang melakukannya, dan kapan akan dilaksanakan. Setelah jadual ditetapkan, jadual tersebut harus didokumentasikan dalam bentuk yang memudahkan pengendalian. (misalkan gunakan Microsoft Project).
Konversi Sistem Secara Langsung
Disebut juga sbg Cold Turkey yaitu langsung menghentikan sistem lama dan menjalankan sistem baru;
Konversi sistem ini dilakukan apabila:
Sistem lama sudah tidak berfungsi sama sekali
Sistem baru bersifat kecil / sederhana
Tidak baru menggantikan sistem lain
Rancangan sistem baru sangat berbeda dengan sistem lama
Keuntungan adalah biaya yang relatif tidak mahal
Kelemahan: resiko kegagalan yang tinggi
Perlu segera diikuti oleh program pengujian dan pelatihan
Konversi Paralel
Sistem lama dan sistem baru beroperasi bersamaan untuk periode waktu tertentu.
Output dari masing2 sistem dibandingkan, apabila terdapat perbedaan akan direkonsiliasi,
Keuntungan: resiko kegagalan rendah
Kerugian: biaya yg tinggi khususnya duplikasi dokumen,
Apabila terdapat perbedaan dalam metoe produksi, aturan keputusan, prosedur akunting, dan model kendali inventarisasi maka metode konversi paralel tidak dapat dilakukan
Konversi Phase- In
Sistem baru diimplementasikan secara gradual, sedikit demi sedikit -> memeberikan waktu lebih utk asimilasi prubahan,
Sistem harus disegmentasi, dan penginstalan sistem baru berdasarkan segmentasi tsb. Untuk setiap segmentasi mis.: mekanisme sistem lama dikembangkan untuk memproses data baru, kemudian sistem baru yang berhubungan dg segmen tersebut diinstal setelah tidak terdapat kegagalan proses kemudian dievaluasi.
Keunggulan: proses asimilasi sistem dapat diminimalisasi,
Kerugian: biaya yang besar utk membuat interface temporer.
Konversi File Data
Melakukan modifikasi file yang sudah ada dalam bentuk:
Format
Isi data
Medium penyimpanan
Metode Konversi:
Langsung
Bertahap
Konversi sistem ini dilakukan apabila:
Sistem lama sudah tidak berfungsi sama sekali
Sistem baru bersifat kecil / sederhana
Tidak baru menggantikan sistem lain
Rancangan sistem baru sangat berbeda dengan sistem lama
Keuntungan adalah biaya yang relatif tidak mahal
Kelemahan: resiko kegagalan yang tinggi
Perlu segera diikuti oleh program pengujian dan pelatihan
Konversi Paralel
Sistem lama dan sistem baru beroperasi bersamaan untuk periode waktu tertentu.
Output dari masing2 sistem dibandingkan, apabila terdapat perbedaan akan direkonsiliasi,
Keuntungan: resiko kegagalan rendah
Kerugian: biaya yg tinggi khususnya duplikasi dokumen,
Apabila terdapat perbedaan dalam metoe produksi, aturan keputusan, prosedur akunting, dan model kendali inventarisasi maka metode konversi paralel tidak dapat dilakukan
Konversi Phase- In
Sistem baru diimplementasikan secara gradual, sedikit demi sedikit -> memeberikan waktu lebih utk asimilasi prubahan,
Sistem harus disegmentasi, dan penginstalan sistem baru berdasarkan segmentasi tsb. Untuk setiap segmentasi mis.: mekanisme sistem lama dikembangkan untuk memproses data baru, kemudian sistem baru yang berhubungan dg segmen tersebut diinstal setelah tidak terdapat kegagalan proses kemudian dievaluasi.
Keunggulan: proses asimilasi sistem dapat diminimalisasi,
Kerugian: biaya yang besar utk membuat interface temporer.
Konversi File Data
Melakukan modifikasi file yang sudah ada dalam bentuk:
Format
Isi data
Medium penyimpanan
Metode Konversi:
Langsung
Bertahap
Pelatihan Personil
Personil UNIFIL Indonesia Ikuti 'Induction Training'
Induction Training' adalah suatu pelatihan yang diselenggarakan oleh Head Quarter UNIFIL bagi personel, baik militer maupun sipil yang baru bergabung dalam misi UNIFIL, dalam rangka memberikan pemahaman tentang keberadaan UNIFIL serta situasi dan kondisi daerah penugasan. Dengan begitu kontingen-kontingen dari tiap-tiap negara dapat segera menyesuaikan dengan sistem yang ada, lebih efektif dan sensitif terhadap isu penting dalam melaksanakan misi serta meyakinkan bahwa prajurit sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan, keselamatan dan keamanan mereka.
Perwakilan dari Konga XXV-A (Sector East Military Police) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling berkoordinasi serta bertukar pengalaman dengan personel UNIFIL lainya dari berbagai negara.
Berbagai lecture yang disampaikan dalam mengikuti 'Induction Training' meliputi : Perencanaan, Analisa Daerah Operasi, Pelanggaran Lalu-Lintas di UNIFIL, Kondisi Politik Lebanon, Sistem dan Operasi Perdamaian, Mandat dan Tugas Berdasarkan UNSCR 1701, Aktifitas dan Mandat ICRC di Lebanon, Hubungan ICRC dan UNIFIL, Kompentensi dan nilai-nilai PBB, Konsep dan Kesadaran Budaya Internasional ; Perawatan Kendaraan, Perilaku dan Disiplin Rules of Engagement, Conduct and Discipline, Gender, pengenalan HIV/AIDS, dan lain-lain.
Yang menjadi penekanan khusus pada setiap pemberian lecture adalah bahwa setiap personel yang bergabung dalam misi UNIFIL harus mengedepankan impartiality (tidak ada keberpihakan), di samping itu organisasi UNIFIL ini seyogyanya dapat dijadikan sebagai wahana pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia. Materi-materi yang telah diperoleh selanjutnya akan disebarluaskan kepada seluruh personel UNIFIL di satuan-satuan masing-masing.
Di akhir pelatihan selama tiga hari, seluruh peserta melaksanakan kunjungan ke 'Blue Line', gunanya untuk melihat secara langsung perbatasan antara Lebanon dan Israel. Dan diperlihatkan juga lapangan ranjau yang masih aktif yang bertujuan agar seluruh personel UNIFIL, baik sipil maupun militer bisa berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya, di bawah bendera PBB.
Personel yang mengikuti kegiatan ini ditunjuk oleh HQ UNIFIL dari berbagai satuan / bidang baik dari Head Quarter, Sector East maupun Sector West, meliputi perwakilan dari berbagai Negara di antaranya Indonesia, Prancis, Belgia, India, Italia, Portugis, Turki, Ghana, Tanzania, Spanyol, Malaysia, Turki, Hungaria, Belgia dan Masyarakat Lebanon.
Induction Training' adalah suatu pelatihan yang diselenggarakan oleh Head Quarter UNIFIL bagi personel, baik militer maupun sipil yang baru bergabung dalam misi UNIFIL, dalam rangka memberikan pemahaman tentang keberadaan UNIFIL serta situasi dan kondisi daerah penugasan. Dengan begitu kontingen-kontingen dari tiap-tiap negara dapat segera menyesuaikan dengan sistem yang ada, lebih efektif dan sensitif terhadap isu penting dalam melaksanakan misi serta meyakinkan bahwa prajurit sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan, keselamatan dan keamanan mereka.
Perwakilan dari Konga XXV-A (Sector East Military Police) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling berkoordinasi serta bertukar pengalaman dengan personel UNIFIL lainya dari berbagai negara.
Berbagai lecture yang disampaikan dalam mengikuti 'Induction Training' meliputi : Perencanaan, Analisa Daerah Operasi, Pelanggaran Lalu-Lintas di UNIFIL, Kondisi Politik Lebanon, Sistem dan Operasi Perdamaian, Mandat dan Tugas Berdasarkan UNSCR 1701, Aktifitas dan Mandat ICRC di Lebanon, Hubungan ICRC dan UNIFIL, Kompentensi dan nilai-nilai PBB, Konsep dan Kesadaran Budaya Internasional ; Perawatan Kendaraan, Perilaku dan Disiplin Rules of Engagement, Conduct and Discipline, Gender, pengenalan HIV/AIDS, dan lain-lain.
Yang menjadi penekanan khusus pada setiap pemberian lecture adalah bahwa setiap personel yang bergabung dalam misi UNIFIL harus mengedepankan impartiality (tidak ada keberpihakan), di samping itu organisasi UNIFIL ini seyogyanya dapat dijadikan sebagai wahana pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia. Materi-materi yang telah diperoleh selanjutnya akan disebarluaskan kepada seluruh personel UNIFIL di satuan-satuan masing-masing.
Di akhir pelatihan selama tiga hari, seluruh peserta melaksanakan kunjungan ke 'Blue Line', gunanya untuk melihat secara langsung perbatasan antara Lebanon dan Israel. Dan diperlihatkan juga lapangan ranjau yang masih aktif yang bertujuan agar seluruh personel UNIFIL, baik sipil maupun militer bisa berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya, di bawah bendera PBB.
Personel yang mengikuti kegiatan ini ditunjuk oleh HQ UNIFIL dari berbagai satuan / bidang baik dari Head Quarter, Sector East maupun Sector West, meliputi perwakilan dari berbagai Negara di antaranya Indonesia, Prancis, Belgia, India, Italia, Portugis, Turki, Ghana, Tanzania, Spanyol, Malaysia, Turki, Hungaria, Belgia dan Masyarakat Lebanon.
Rabu, April 21, 2010
persiapan tempat
Persiapan tempat usaha :
Perlu dilakukan analisa dan pertimbangan secara matang terhadap pemilihan tempat usaha karena sangat menentukan sukses tidak prospek usaha anda.
Sebelum menentukan tempat usaha pilih proses kerja mana yang akan digunakan, lakukan analisa dengan membandingkan keuntungan dan kerugian dari ketiga proses kerja tersebut sesuai dengan kondisi anda.
Tempat usaha yang diperlukan paling tidak mempunyai space 3 x 6 meter yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu ruang tunggu pelanggan serta ruang pencucian dan ruang pengeringan yang diberi pemisah (misalnya dengan korden plastik) dan disesuaikan dengan peralatan yang akan dipergunakan.
Apabila proses kerja pertama yang akan digunakan, maka cukup hanya menyediakan fasilitas pipa air dari tempat penampungan air menuju pompa sancin yang akan dipergunakan.
Apabila proses kerja kedua yang akan digunakan, harus ada dua sistim perpipaan yaitu pipa air untuk memasok pompa sancin dan snow tank dan pipa udara untuk mengalirkan udara dari kompressor ke snow tank.
Untuk proses kerja pertama dan kedua diperlukan servis pit bisa berupa pasangan batu, konstruksi plat besi atau cukup dengan ganjal dari kayu.
Apabila proses kerja ketiga yang akan digunakan, maka harus ada dua sistim perpipaan yaitu pipa air untuk memasok pompa sancin dan snow tank dan pipa udara untuk mengalirkan udara dari kompressor ke snow tank dan ke-hydraulic motor lift.
Perlu dibuat gambar rencana penempatan semua peralatan yang akan digunakan untuk membuat rencana perpipaan serta menggali lubang untuk menempatkan silinder hydraulic motor lift.
Dengan kondisi seperti tersebut diatas untuk dikota-kota besar maka sewa tempat usaha berikut renovasinya sangat variatif dan tergantung lokasi, sehingga bisa mencapai Rp 5.000.000,- sampai Rp 7.500.000,- per tahun, akan lebih baik atau ekonomis kalau bisa menggunakan rumah sendiri sebagai tempat usaha apabila memungkinkan. Selain itu ruang tunggu perlu dilengkapi dengan satu stel meja kursi kerja untuk administrasi dan beberapa buah kusri untuk para pelangan.
2. Persiapan peralatan kerja :
Persiapan ini meliputi pemilihan dan pengadaan peralatan sesuai dengan proses kerja yang dipilih.
Apabila dipilih proses kerja dengan peralatan minimal, maka hanya diperlukan peralatan pompa sancin, tanki untuk menyimpan air (dapat berupa drum atau gentong plastik) dan sistim perpipaan air yang cukup dengan menggunakan selang plastik atau karet.
Kapasitas pompa cukup sekitar 10-20 l/menit, jangan terlalu besar karena boros air, sedangkan penggeraknya bisa berupa motor listrik atau motor bensin. Apabila digerakkan dengan motor listrik daya yang diperlukan hanya sekitar 750-900 watt tapi yang digerakkan dengan motor bensin motor penggeraknya bisa 3,5 hingga 5 PK, dan makin besar motor penggeraknya makin boros bahan bakarnya.
Dipasaran harga pompa sancin dengan penggerak motor listrik maupun penggerak motor bensin relatif tidak beda terlalu jauh, kalau memilih dengan penggerak motor bensin pilihlah yang buatan Jepang karena ketersediaan suku cadangnya lebih terjamin.
Dipasaran saat ini harga pompa sancin berikut spry gun dan selang sepanjang 6 meter berkisar antara Rp 2.000.000,- sampai Rp 3.000.000,- sedangkan drum atau gentong plastik untuk menampung air harganya relatif tidak terlalu mahal. Kalau mau tahu harga yang lebih up to date bisa browsing di internet, gunakan search engine masukkan “peralatan cuci motor” dan lihat berapa banyak yang muncul sehingga mungkin anda malah jadi bingung, atau masuk saja kesitus http://indonetwork.co.id kemudian klik otomotif, kemudian klik lagi pemeliharaan kendaraan atau salon mobil/cuci mobil dan silahkan cari alat apa yang anda perlukan. Gambar-gambar inipun berasal dari iklan-iklan tersebut.
Apabila yang dipilih adalah proses kerja dengan peralatan standar, maka diperlukan tambahan peralatan berupa snow wash tank dan kompressor.
Harga snow wash tank tergantung dari kapasitas dan bahannya, dimulai dari kapasitas 15 liter sampai 80 liter, dengan bahan plat biasa atau stainless steel. Snow tank kapasitas 15 liter dengan bahan plat biasa harganya tidak sampai Rp 1.000.000,- sedangkan yang kapasitas 80 liter dengan bahan stailess steel bisa mencapai Rp 3.000.000,- sudah termasuk selang sepanjang 6 meter dan satu buah nozzle gun.
Pada proses kerja kedua selain snow tank juga diperlukan kompressor, untuk kompressor sebaiknya pilih kapasitas 1 sampai 2 PK dengan tanki minimum 75 liter, dengan kapasitas tersebut apabila dikemudian hari ada rencana melebarka usaha dengan menggunakan hydraulic motor lift atau kerja sama dengan bengkel tambal ban, kapasitas tersebut sudah memenuhi.
Sama seperti pompa sancin penggerak kompressor bisa motor listrik atau motor bensin, tetapi yang paling umum adalah dengan penggerak motor bensin 3,5 hingga 5 PK. Apabila menggunakan penggerak motor bensin sebaiknya motor penggerak kompressor dan pompa sancin mempunyai merek dan model yang sama untuk memudahkan pemeliharaannya. Harga kompressor kapasitas ini juga berfariasi tergantung mereknya, namun secara umum berkisar antara Rp 3.000.000,- sampai Rp 5.000.000,- belum termasuk selang dan nozzle sprayer.
Pada saat ini dipasaran tersedia pula pompa sancin dan kompressor yang digerakkan oleh satu motor bensin yang diatur secara bergantian.
Apabila proses kerja dengan peralatan lengkap yang dipilih, maka diperlukan tambahan peralatan berupa hydraulic motor lift yang harga per unitnya berkisar antara Rp 5.000.000,- sampai Rp 7.500.000,- buatan lokal sedangkan yang import bisa mencapai Rp 9.000.000,- Dimana harga tersebut belum termasuk transport dan biaya pemasangan.
3. Pengadaan bahan operasional :
Adapun bahan operasional utama yang perlu disediakan terlebih dahulu untuk melaksanakan usaha cuci sepeda motor ini antara lain :
• Snow wash samphoo, 25 liter @ Rp 8.000/liter Rp 200.000.
• Lap kanebo, 2 buah Rp 80.000.
• Beberapa kuas, sikat, kain lap dsb. Rp 70.000.
• Sepatu karet, 1 stel Rp 50.000.
J u m l a h Rp 400.000.
Selain bahan operasional utama tersebut, bisa juga ditambahkan bahan-bahan lain seperti Body wax dan Tyre polish yang sifatnya adalah optional dan tergantung paket jasa apa yang akan anda akan tawarkan kepada konsumen.
Harga peralatan maupun bahan operasional tersebut merupakan estimasi yang kami peroleh dari internet maupun check langsung dilapangan. Meskipun demikian mungkin ada perubahan pada waktu anda belanja nantinya.
4. Persiapan tenaga kerja :
Tenaga kerja yang diperlukan adalah tenaga untuk melaksanakan pencucian sepeda motor dan tenaga kerja administrasi, tidak perlu mempunyai qualifikasi pendidikan yang tinggi karena ini adalah pekerjaan yang sederhana.
Untuk tenaga kerja pencucian, yang penting adalah rekrut tenaga kerja yang mau dan mampu melaksanakan proses pencucian sepeda motor sesuai dengan proses kerja yang telah ditentukan, mempunyai etos kerja tinggi (cara membersihkan tidak asal-asalan), bersikap konsisten artinya kadang-kadang pekerjaannya bagus tapi kadang-kadang seenaknya sendiri, bersikap sopan baik terhadap pelanggan maupun bosnya dan menurut apabila diberi penjelasan (tidak ngeyelan).
Untuk tenaga kerja administrasi mungkin bisa dilaksanakan sendiri karena tidak memerlukan pembukuan yang rumit, sekedar bisa mendukumentasikan pengeluaran dan pemasukan, khususnya pengeluaran agar tidak menyimpang dari perencanaan yang telah disusun.
5. Persiapan promosi :
Meskipun usaha yang dilaksanakan termasuk kategori kecil, akan tetapi demi suksesnya usaha yang akan dilakukan tetap diperlukan promosi atau pengenalan dilingkungan tempat usaha sebelum dilaunching. Kegiatan promosi ini bisa dilakukan dengan pengedaran slebaran, cukup didesain dengan computer sendiri ukuran ½ A4 kemudian difotocopy, memasang banner ditempat usaha, bahkan kalau perlu mengadakan prelaunching dengan harga khusus atau memberikan souvenir untuk 100 pelanggan pertama, bisa berupa gantungan kunci atau yang lain-lainnya.
Perlu dilakukan analisa dan pertimbangan secara matang terhadap pemilihan tempat usaha karena sangat menentukan sukses tidak prospek usaha anda.
Sebelum menentukan tempat usaha pilih proses kerja mana yang akan digunakan, lakukan analisa dengan membandingkan keuntungan dan kerugian dari ketiga proses kerja tersebut sesuai dengan kondisi anda.
Tempat usaha yang diperlukan paling tidak mempunyai space 3 x 6 meter yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu ruang tunggu pelanggan serta ruang pencucian dan ruang pengeringan yang diberi pemisah (misalnya dengan korden plastik) dan disesuaikan dengan peralatan yang akan dipergunakan.
Apabila proses kerja pertama yang akan digunakan, maka cukup hanya menyediakan fasilitas pipa air dari tempat penampungan air menuju pompa sancin yang akan dipergunakan.
Apabila proses kerja kedua yang akan digunakan, harus ada dua sistim perpipaan yaitu pipa air untuk memasok pompa sancin dan snow tank dan pipa udara untuk mengalirkan udara dari kompressor ke snow tank.
Untuk proses kerja pertama dan kedua diperlukan servis pit bisa berupa pasangan batu, konstruksi plat besi atau cukup dengan ganjal dari kayu.
Apabila proses kerja ketiga yang akan digunakan, maka harus ada dua sistim perpipaan yaitu pipa air untuk memasok pompa sancin dan snow tank dan pipa udara untuk mengalirkan udara dari kompressor ke snow tank dan ke-hydraulic motor lift.
Perlu dibuat gambar rencana penempatan semua peralatan yang akan digunakan untuk membuat rencana perpipaan serta menggali lubang untuk menempatkan silinder hydraulic motor lift.
Dengan kondisi seperti tersebut diatas untuk dikota-kota besar maka sewa tempat usaha berikut renovasinya sangat variatif dan tergantung lokasi, sehingga bisa mencapai Rp 5.000.000,- sampai Rp 7.500.000,- per tahun, akan lebih baik atau ekonomis kalau bisa menggunakan rumah sendiri sebagai tempat usaha apabila memungkinkan. Selain itu ruang tunggu perlu dilengkapi dengan satu stel meja kursi kerja untuk administrasi dan beberapa buah kusri untuk para pelangan.
2. Persiapan peralatan kerja :
Persiapan ini meliputi pemilihan dan pengadaan peralatan sesuai dengan proses kerja yang dipilih.
Apabila dipilih proses kerja dengan peralatan minimal, maka hanya diperlukan peralatan pompa sancin, tanki untuk menyimpan air (dapat berupa drum atau gentong plastik) dan sistim perpipaan air yang cukup dengan menggunakan selang plastik atau karet.
Kapasitas pompa cukup sekitar 10-20 l/menit, jangan terlalu besar karena boros air, sedangkan penggeraknya bisa berupa motor listrik atau motor bensin. Apabila digerakkan dengan motor listrik daya yang diperlukan hanya sekitar 750-900 watt tapi yang digerakkan dengan motor bensin motor penggeraknya bisa 3,5 hingga 5 PK, dan makin besar motor penggeraknya makin boros bahan bakarnya.
Dipasaran harga pompa sancin dengan penggerak motor listrik maupun penggerak motor bensin relatif tidak beda terlalu jauh, kalau memilih dengan penggerak motor bensin pilihlah yang buatan Jepang karena ketersediaan suku cadangnya lebih terjamin.
Dipasaran saat ini harga pompa sancin berikut spry gun dan selang sepanjang 6 meter berkisar antara Rp 2.000.000,- sampai Rp 3.000.000,- sedangkan drum atau gentong plastik untuk menampung air harganya relatif tidak terlalu mahal. Kalau mau tahu harga yang lebih up to date bisa browsing di internet, gunakan search engine masukkan “peralatan cuci motor” dan lihat berapa banyak yang muncul sehingga mungkin anda malah jadi bingung, atau masuk saja kesitus http://indonetwork.co.id kemudian klik otomotif, kemudian klik lagi pemeliharaan kendaraan atau salon mobil/cuci mobil dan silahkan cari alat apa yang anda perlukan. Gambar-gambar inipun berasal dari iklan-iklan tersebut.
Apabila yang dipilih adalah proses kerja dengan peralatan standar, maka diperlukan tambahan peralatan berupa snow wash tank dan kompressor.
Harga snow wash tank tergantung dari kapasitas dan bahannya, dimulai dari kapasitas 15 liter sampai 80 liter, dengan bahan plat biasa atau stainless steel. Snow tank kapasitas 15 liter dengan bahan plat biasa harganya tidak sampai Rp 1.000.000,- sedangkan yang kapasitas 80 liter dengan bahan stailess steel bisa mencapai Rp 3.000.000,- sudah termasuk selang sepanjang 6 meter dan satu buah nozzle gun.
Pada proses kerja kedua selain snow tank juga diperlukan kompressor, untuk kompressor sebaiknya pilih kapasitas 1 sampai 2 PK dengan tanki minimum 75 liter, dengan kapasitas tersebut apabila dikemudian hari ada rencana melebarka usaha dengan menggunakan hydraulic motor lift atau kerja sama dengan bengkel tambal ban, kapasitas tersebut sudah memenuhi.
Sama seperti pompa sancin penggerak kompressor bisa motor listrik atau motor bensin, tetapi yang paling umum adalah dengan penggerak motor bensin 3,5 hingga 5 PK. Apabila menggunakan penggerak motor bensin sebaiknya motor penggerak kompressor dan pompa sancin mempunyai merek dan model yang sama untuk memudahkan pemeliharaannya. Harga kompressor kapasitas ini juga berfariasi tergantung mereknya, namun secara umum berkisar antara Rp 3.000.000,- sampai Rp 5.000.000,- belum termasuk selang dan nozzle sprayer.
Pada saat ini dipasaran tersedia pula pompa sancin dan kompressor yang digerakkan oleh satu motor bensin yang diatur secara bergantian.
Apabila proses kerja dengan peralatan lengkap yang dipilih, maka diperlukan tambahan peralatan berupa hydraulic motor lift yang harga per unitnya berkisar antara Rp 5.000.000,- sampai Rp 7.500.000,- buatan lokal sedangkan yang import bisa mencapai Rp 9.000.000,- Dimana harga tersebut belum termasuk transport dan biaya pemasangan.
3. Pengadaan bahan operasional :
Adapun bahan operasional utama yang perlu disediakan terlebih dahulu untuk melaksanakan usaha cuci sepeda motor ini antara lain :
• Snow wash samphoo, 25 liter @ Rp 8.000/liter Rp 200.000.
• Lap kanebo, 2 buah Rp 80.000.
• Beberapa kuas, sikat, kain lap dsb. Rp 70.000.
• Sepatu karet, 1 stel Rp 50.000.
J u m l a h Rp 400.000.
Selain bahan operasional utama tersebut, bisa juga ditambahkan bahan-bahan lain seperti Body wax dan Tyre polish yang sifatnya adalah optional dan tergantung paket jasa apa yang akan anda akan tawarkan kepada konsumen.
Harga peralatan maupun bahan operasional tersebut merupakan estimasi yang kami peroleh dari internet maupun check langsung dilapangan. Meskipun demikian mungkin ada perubahan pada waktu anda belanja nantinya.
4. Persiapan tenaga kerja :
Tenaga kerja yang diperlukan adalah tenaga untuk melaksanakan pencucian sepeda motor dan tenaga kerja administrasi, tidak perlu mempunyai qualifikasi pendidikan yang tinggi karena ini adalah pekerjaan yang sederhana.
Untuk tenaga kerja pencucian, yang penting adalah rekrut tenaga kerja yang mau dan mampu melaksanakan proses pencucian sepeda motor sesuai dengan proses kerja yang telah ditentukan, mempunyai etos kerja tinggi (cara membersihkan tidak asal-asalan), bersikap konsisten artinya kadang-kadang pekerjaannya bagus tapi kadang-kadang seenaknya sendiri, bersikap sopan baik terhadap pelanggan maupun bosnya dan menurut apabila diberi penjelasan (tidak ngeyelan).
Untuk tenaga kerja administrasi mungkin bisa dilaksanakan sendiri karena tidak memerlukan pembukuan yang rumit, sekedar bisa mendukumentasikan pengeluaran dan pemasukan, khususnya pengeluaran agar tidak menyimpang dari perencanaan yang telah disusun.
5. Persiapan promosi :
Meskipun usaha yang dilaksanakan termasuk kategori kecil, akan tetapi demi suksesnya usaha yang akan dilakukan tetap diperlukan promosi atau pengenalan dilingkungan tempat usaha sebelum dilaunching. Kegiatan promosi ini bisa dilakukan dengan pengedaran slebaran, cukup didesain dengan computer sendiri ukuran ½ A4 kemudian difotocopy, memasang banner ditempat usaha, bahkan kalau perlu mengadakan prelaunching dengan harga khusus atau memberikan souvenir untuk 100 pelanggan pertama, bisa berupa gantungan kunci atau yang lain-lainnya.
Minggu, Februari 21, 2010
sistem
Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
A. Penglihatan
Beberapa ahli berpendapat bahwa mata manusia terutama digunakan untuk menghasilkan persepsi yang terorganisir akan gerakan, ukuran, bentuk, jarak, posisi relatif, tekstur dan warna. Dalam dunia nyata, mata selalu digunakan untuk melihat semua bentuk tiga dimensi. Dalam sistem komputer, yang menggunakan layar dua dimensi, mata kiri dipaksa untuk dapat mengerti bahwa obyek pada layar tampilan, yang sesungguhnya berupa obyek dua dimensi, harus dipahami sebagai obyek tiga dimensi dengan teknik-teknik tertentu.
Beberapa hal yang berhubungan dengan penglihatan manusia adalah :
1. Luminans (luminance)
Adalah banyaknya cahaya yang dipantulkan oleh permukaan obyek. Semakin besar luminans dari sebuah obyek, rincian obyek yang dapat dilihat oleh mata juga akan semakin bertambah. Diameter bola mata akan mengecil sehingga akan meningkatkan kedalaman fokusnya.
2. Kontras
Adalah hubungan antara cahaya yang dikeluarkan oleh suatu obyek dan cahaya dari latar belakang obyek tersebut. Kontras didefinisikan sebagai selisih antara luminans obyek dengan latar belakangnya dibagi dengan luminans latar belakang. Nilai kontras positif akan diperoleh jika cahaya yang dipancarkan oleh sebuah obyek lebih besar dibanding yang dipancarkan oleh latar belakangnya. Nilai kontras negatif dapat menyebabkan obyek yang sesungguhnya 'terserap' oleh latar belakang, sehingga menjadi tidak nampak. Dengan demikian, obyek dapat mempunyai kontras negatif atau positif tergantung dari luminans obyek itu terhadap luminans latar belakangnya.
3. Kecerahan
Adalah tanggapan subyektif pada cahaya. Luminans yang tinggi akan berimplikasi pada kecerahan yang tinggi pula.
4. Sudut dan Ketajaman Penglihatan
Sudut penglihatan (visual angle) didefinisikan sebagai sudut yang berhadapan oleh objek pada mata. Ketajaman penglihatan (visual acuity) adalah sudut penglihatan minimum ketika mata masih dapat melihat sebuah objek dengan jelas.
5. Medan Penglihatan
Adalah sudut yang dibentuk ketika mata bergerak ke kiri terjauh dan ke kanan terjauh, yang dapat dibagi menjadi 4 daerah :
ü Daerah pertama adalah tempat kedua mata mampu melihat sebuah obyek dalam keadaan yang sama, juga disebut dengan penglihatan binokuler.
ü Daerah kedua adalah tempat terjauh yang dapat dilihat oleh mata kiri ketika digerakkan ke sudut paling kiri, disebut dengan monokuler kiri.
ü Daerah ketiga adalah tempat terjauh yang dapat dilihat mata kanan ketika digerakkan ke sudut paling kanan, disebut dengan penglihatan monokuler kanan.
ü Daerah keempat adalah daerah buta, yakni daerah yang sama sekali tidak dapat dilihat oleh kedua mata.
- Warna
Cahaya tampak merupakan sebagian kecil dari spektrum elektromagnetik. Panjang gelombang cahaya tampak berkisar antara 400-700 nm yang berada pada daerah ultraungu sampai inframerah. Jika panjang gelombang berada pada kisaran 400-700 nm, luminans konstan dan saturasinya (jumlah cahaya putih yang ditambahkan) dijaga tetap, seseorang yang mempunyai penglihatan warna normal mampu membedakan kira-kira 128 warna yang berbeda.
Banyaknya warna yang dapat dibedakan satu dengan yang lain bergantung kepada tingkat sensitifitasnya mata seseorang. Selain itu, sensitifitas ini juga tidak merata pada seluruh medan penglihatan seseorang. Mata dapat membedakan warna secara akurat ketika posisi obyek membentuk sudut sebesar + 60 derajat terhadap mata (dengan posisi kepala dan mata diam).
Jumat, November 13, 2009
soft skill
My name is Arya Prasetya (30107273). I was born at Jakarta 26th December 1988 . In 2006 I graduated from 67 highschool . I was continue my education at Gunadarma University majoring in D3 Informatika Management . This is my last year in this University , and I hope I will graduate with good result .
I have some experince in computer when a computer course at sma . I learned about microsoft office , like making text document in microsoft word , making precentation using microsoft powerpoint , etc . It made me interested in learning more deeply about computers . I really belive that computers , especialy it’s ability to make lots of information is very important to people , because people needs information faster , newer , and more accurate .
During my education at Gunadarma University , I get a lot of science , such as running multiple operating system , make a simple program , fix several problems common to computer , etc . But still many things about computers that I known yet . Therefore I went to continue my college level to S1 System Informatika . I hope all my wishes will be archieved and I will try my best to make it happen .
I have some experince in computer when a computer course at sma . I learned about microsoft office , like making text document in microsoft word , making precentation using microsoft powerpoint , etc . It made me interested in learning more deeply about computers . I really belive that computers , especialy it’s ability to make lots of information is very important to people , because people needs information faster , newer , and more accurate .
During my education at Gunadarma University , I get a lot of science , such as running multiple operating system , make a simple program , fix several problems common to computer , etc . But still many things about computers that I known yet . Therefore I went to continue my college level to S1 System Informatika . I hope all my wishes will be archieved and I will try my best to make it happen .
Langganan:
Postingan (Atom)